Membandingkan Plugin Translasi: qTranslate vs WPML

Plugin WordPress yang memiliki fungsi untuk menterjemahkan isi dari situs Anda di samping qTranslate adalah: WPML. qTranslate menyimpan semua alternatif bahasa untuk setiap artikel pada artikel yang sama, sementara plugin WPML mengatur artikel multi bahasa dalam satu artikel untuk setiap bahasa. Translasi di WPML dihubungkan bersama, yang menandakan bahwa suatu halaman merupakan hasil translasi dari halaman lainnya. Masing-masing plugin ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Berikut ini perbandingan utama antara qTranslate dan WPML:

Keuntungan WPML:

  1. Isi database untuk artikel-artikel yang tersisa tidak dimodifikasi (mudah installasi dan uninstallasi).
  2. Semuanya diterjemahkan secara default. Jika sebuah artikel menyertakan field yang kostumais, field-field ini dilampirkan ke dalam artikel, sehingga mereka sudah terhubung dengan bahasa tersebut.
  3. Plugin lainnya yang menggunakan isi artikel (seperti Related Posts) tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kekurangan WPML:

  1. Arsitektur yang lebih rumit. Plugin ini membutuhkan hook ke banyak fungsi WordPress dan menyaring mereka supaya hanya isi yang cocok ke bahasa tersebut yang dikembalikan.
  2. Tambahan tabel dibutuhkan – secara normal, untuk menyimpan pengelompokan translasi.

Keuntungan qTranslate:

  1. Tampilan saat menterjemahkan artikel hanya dalam satu halaman, sehingga mudah dalam menggunakannya.
  2. Perubahan hanya sedikit. Tidak ada tabel tambahan dan modifikasi yang lebih sedikit di WordPress.

Kekurangan qTranslate:

  1. Supaya bisa membuat isi artikel yang multi bahasa, pengguna harus memasukkan tag bahasa secara manual ke setiap plugin yang tidak terkait erat dengannya. Salah satu pengalaman yang terjadi ketika saya mengimplementasikan qTranslate adalah: Menyesuaikan Plugins MicroKid Related Posts dengan qTranslate
  2. Saat plugin ini diuninstall, maka proses akan lebih rumit, karena isi database harus dibersihkan dari isi atau tag yang mendukung multi bahasa tadi.

Untuk memilih plugin yang mana yang lebih cocok dengan kebutuhan Anda tentu membutuhkan waktu yang khusus.

Dalam beberapa kasus, menginstall plugin multi bahasa merupakan perubahan besar yang terjadi pada suatu situs. Sangat disarankan agar sebaiknya Anda membuat situs percobaan di localhost dan melakukan verifikasi dengan teliti bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik di antara plugin-plugin yang Anda gunakan termasuk theme.

Karena plugin multi bahasa manapun akan mengubah isi database Anda secara signifikan, jangan lupa untuk melakukan backup database sebelum Anda bereksperimen dengannya. Selamat mencoba!

Sumber: Multilingual WordPress

Share

3,550 kali dibacaCetak Artikel Ini Cetak Artikel Ini

Komentar

  1. yudiacro mengatakan:

    Wah kebetulan banget! Semenjak saya bermasalah dgn qT coba di-deactivate saja.
    Tapi malah nambah masalah baru. Dia merubah string di DB, tapi tidak dikembalikan ke semula. Jadi pilihannya Activate lagi dah.

    Lalu saya mencari penggantinya. Dari sekian plugin multilingual, WPML kelihatan baik.
    Tapi belum sempat coba jauh, karena sekilas masih lebih mudah penggunaan qT.

    Yang ingin saya tanyakan, kenapa Mas lebih pilih qT ketimbang WPML?
    Karena kalau melihat komparasi di atas, WPML relatif lebih ‘bersih’ dari qT.
    Terima kasih atas waktunya Mas. Thanks in advance :)

  2. Masino Sinaga mengatakan:

    Hehe, jujur saja, kenapa saya pilih qTranslate, sebenarnya ada beberapa alasan.

    Yang pertama, waktu saya search di situs WP.org, WP sepertinya merekomendasikan plugin ini dengan cara menampatkannya pada urutan teratas dari hasil pencarian tadi.

    Yang kedua, ketika saya coba, saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama karena begitu mudahnya membuat terjemahan untuk sebuah artikel. Cukup dengan berpindah antar tab saja, lalu cukup sekali klik tombol untuk menyimpan atau mempublikasikannya. Sementara di WPML, kita harus menyimpan dulu satu artikel lalu menambahkan artikel baru untuk terjemahan artikel tadi. Dari sisi kenyamanan, jelas qTranslate masih unggul.

    Sebenarnya WPML juga sangat bagus menurut saya, dan kalau saja WPML membuat fitur seperti qTranslate, saat itu pasti saya menggunakan WPML daripada qTranslate.

    Yang ketiga, dari Roadmap di situs resmi WPML yang saya baca, mereka merencanakan akan mengeluarkan versi 1.3 dengan beberapa fitur baru. Di antaranya, adanya kemudahan bagi pemakai jika ingin mengimport data artikel dari tabel atau situs lain. Dan saya masih menunggu fitur tersebut sampai sekarang. Rencananya, saya akan menggunakannya di situs yang lain.

  3. jhennery mengatakan:

    k2 sory say letakinnya disini,,,
    saya mau tanya supaya permalink say seperti punya k2 bagaimana,,,
    di situs saya ada tambahan “en”

  4. jhennery mengatakan:

    saya mau tanya lagi ttg qtranslatenya? Kok b indonesianya belum ada di daftar language?

  5. Masino Sinaga mengatakan:

    @jhennery

    Silahkan kunjungi situs forum si pembuat plugin ini:
    http://www.qianqin.de/qtranslate/forum/viewtopic.php?f=3&t=3

    Semoga dapat membantu.

  6. Iseng Ngeblog mengatakan:

    bener juga, mendingan coba dulu di localhost aja deh takutnya malah berantakan

  7. Amin Rasmin mengatakan:

    Thank atas infonya,
    sy sudah coba paga qtranslate, tapi tulsan waktu di omentar kok hanya muncul ‘%y%m dst, terus nyoba pakai WPML versi terbaru beta, muncul error di halaman utama

    “Warning: error_log(/home/aminras1/public_html/wp-content/plugins/all-in-one-seo-pack/all_in_one_seo_pack.log) [function.error-log]: failed to open stream: Permission denied in /home/aminras1/public_html/wp-content/plugins/all-in-one-seo-pack/aioseop.class.php on line 983″
    dan komentar terbaru jg hilang, akhirnya sy deactiv pluginnya, kembali normal?
    ada solusi? thank u

Utarakan pikiran Anda

*


*